Kembali lagi sobat, kali ini akan kita bahas tentang Tujuan dan Prinsip-prinsip pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS)
Gerakan Literasi Sekolah merupakan sebuah upaya yang
dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi
pembelajar yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.
Tujuan Umum :
Menumbuh kembangkan budi pekerti peserta didik melalui
pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam gerakan literasi
sekolah agar menjadi pembelajar sepanjang hayat.
Tujuan Khusus :
- Menumbuh kembangkan budi pekerti.
- Membangun ekosistem literasi sekolah.
- Menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran (learning
organization) (Senge, 1990).
- Mempraktikkan kegiatan pengelolaan pengetahuan (knowledge
management).
- Menjaga keberlanjutan budaya literasi.
Sasaran Gerakan Literasi Sekolah:
- Ekosistem sekolah pada jenjang pendidikan dasar dan
pendidikan menengah.
Prinsip-prinsip Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah
Menurut Beers (2009),
praktik-praktik yang baik dalam gerakan literasi sekolah menekankan
prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Perkembangan literasi berjalan sesuai tahap perkembangan
yang bisa diprediksi.
2. Program literasi yang baik bersifat berimbang
Sekolah yang menerapkan program
literasi berimbang menyadari bahwa tiap peserta didik memiliki kebutuhan yang
berbeda satu sama lain. Dengan demikian, diperlukan berbagai strategi membaca
dan jenis teks yang bervariasi pula.
3. Program literasi berlangsung di semua area kurikulum
Pembiasaan dan pembelajaran
literasi di sekolah adalah tanggung jawab semua guru di semua mata pelajaran.
Pembelajaran di mata pelajaran apapun membutuhkan bahasa, terutama membaca dan
menulis. Dengan demikian, pengembangan profesional guru dalam hal literasi
perlu diberikan kepada guru semua mata pelajaran.
4. Tidak ada istilah terlalu banyak untuk membaca dan
menulis yang bermakna
Kegiatan membaca dan menulis di
kelas perlu dilakukan kapan pun kondisi di kelas memungkinkan. Untuk itu, perlu
ditekankan bentuk kegiatan yang bermakna dan kontekstual. Misalnya, ‘menulis
surat untuk wali kota’ atau ‘membaca untuk ibu’ adalah contoh-contoh kegiatan
yang bermakna dan memberikan kesan kuat kepada peserta didik.
5. Diskusi dan strategi bahasa lisan sangat penting
Kelas berbasis literasi yang kuat
akan melakukan berbagai kegiatan lisan berupa diskusi tentang buku selama
pembelajaran di kelas. Kegiatan diskusi ini juga harus membuka kemungkinan
untuk perbedaan pendapat agar kemampuan berpikir kritis dapat diasah. Peserta
didik perlu belajar untuk menyampaikan.
6. Keberagaman perlu dirayakan di kelas dan sekolah
Penting bagi pendidik untuk tidak
hanya menerima perbedaan, namun juga merayakannya melalui agenda literasi di
sekolah. Buku-buku yang disediakan untuk bahan bacaan peserta didik perlu
merefleksikan kekayaan budaya Indonesia agar peserta didik dapat terpajan pada
pengalaman multicultural sebanyak mungkin.
Demikian Sahabat Dunia Pendidikan mengenai Tujuan dan
Prinsip Gerakan Literasi Sekolah yang dapat disampaikan semoga bermanfaat bagi
kita semua, aamiin
Read more »